Selasa, 16 November 2010

Bunda tolong mandikan aku sekali saja, please...?!

Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not to be the best?,'' begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, "Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?" Dengan sigap Dewi menjawab, "Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna". "Everything is OK !, Don’t worry Everything is under control kok !" begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.

Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd. dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. "Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda". Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya dirumah apa bila ia merasa kesepian.

Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ''memahami'' orangtuanya.

Dengan Bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya , Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya," Bunda aku ingin mandi sama bunda...please...please bunda", pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.

Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. "Bunda, mandikan aku !" Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja...?" kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.

Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, "Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di Ruang Emergency".

Dewi, ketika diberi tahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang... terlambat sudah...Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya.. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.

Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata "Ini Bunda Nak...., Hari ini Bunda mandikan Bayu ya...sayang....! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak.." . Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. . Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, "Inikan sudah takdir, ya kan..!" Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?". Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.

Sementara di sebelah kanannya, Suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.

Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, "Inilah konsekuensi sebuah pilihan!" lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.

Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa di duga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. "Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak...? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.

Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris "Bangunlah Bayu sayaaangku....Bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak.....?!?" pintanya berulang-ulang, "Bunda mau mandikan kamu sayang.... Tolong Beri kesempatan Bunda sekali saja Nak.... Sekali ini saja, Bayu.. anakku...?" Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.

Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat manusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini...tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada hanya sekedar memandikan seorang anak.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua yang sering merasa hebat dan penting dengan segala kesibukannya.(kisah nyata)

Selasa, 09 November 2010

:)

aku utk km,km utk ak, nmun smua ap mngkn iman qt yg b'beda. .tuhan mmng 1, qt yg tak sm, hrs kah ak lantas prgi, mski cinta takkan bs prgi..*

:)

Rasulullah Saw. bersabda "Hanya orang mulia yang memuliakan perempuan dan hanya orang tercela yang merendahkan mereka."

Senin, 08 November 2010

menghela nafas :(

nyesek bener. . .tak bs berkata apa"

"proses BeLajar "

Hidup
Adalah BELAJAR.
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,Belajar
Ikhlas Meski Tak Rela,Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski
Tak Sehati,Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski
Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski
Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,
Belajar dan Terus Belajar!
(9 NoVemBer 2010)

♥ Mengenal Cinta ♥

1. Seseorang yg mencintai kamu, tidak
bisa memberikan alasan mengapa ia
mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia,
kamulah satu satunya.

2. Seseorang yg mencintai kamu,
sebenarnya selalu membuatmu
marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk
pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia
lakukan, karna semua yg ia lakukan
adalah utk kebaikanmu.

3. Seseorang yg mencintai kamu, jarang
memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu
adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.

4. Seseorang yg mencintai kamu, akan
marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk
membalas pesannya atau telpnya, karna
ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu
terjadi ke kamu.

5. Seseorang yg mencintai kamu, hanya
menjatuhkan airmatanya di hadapanmu.
Ketika kamu mencoba utk menghapus air
matanya, kamu telah menyentuh hatinya,
dimana hatinya selalu berdegup /
berdenyut / bergetar utk kamu .

6. Seseorang yg mencintai kamu, akan
mengingat setiap kata yg kamu ucapkan,
bahkan yg tdk sengaja dan ia akan
selalu menggunakan kata2 itu tepat
waktunya.

7. Seseorang yg mencintai kamu, tdk
akan memberikan janji apapun dgn mudah,
karna ia tdk mau mengingkari janjinya.
Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia
ingin memberikan hidup yg paling
bahagia dan aman selama lamanya.

8. Seseorang yg mencintai kamu, mungkin
tdk bisa mengingat kejadian /
kesempatan istimewa, seperti perayaan
hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw
setiap detik yg ia lalui, ia mencintai
kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.

9. Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau
berkata Aku mencintaimu dgn mudah,
karna segalanya yg ia lakukan utk kamu
adalah utk menunjukkan bhw ia siap
mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan
mengatakan kata I Love You pada situasi
yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah
mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw
ia mencintai dirimu.

10. Seseorang yg bner2 mencintai kamu,
akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan
sekali saja krn ia berpikir bhw kamu
telah mengerti dirinya. Jika berkata
terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk
ada yg akan membuatnya bahagia /
tersenyum.

11. Seseorang yg mencintai kamu, akan
pergi ke airport utk menjemput kamu,
dia tdk akan membawa seikat mawar dan
memanggilmu sayang seperti yg kamu
harapkan. Tetapi, ia akan membawakan
kopermu dan menanyakan: Mengapa kamu
menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?
Dengan hatinya yg tulus.

12. Seseorang yg mencintai kamu, tdk
tahu apakah ia harus menelponmu ketika
kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan
pesan setelah bbrp jam. Jika kamu
menanyakan: mengapa ia telat menelepon,
ia akan berkata: Ketika kamu marah
penjelasan dari dirinya semua hanyalah
sampah. Tetapi, ketika kamu sudah
tenang, penjelasannya baru akan benar2
bekerja /manjur / berguna.

13. Seseorang yg mencintaimu, akan
selalu menyimpan semua benda yg telah
kamu berikan, bahkan kertas kecil
bertuliskan 'I LOVE U' ada di dalam
dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu,
jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu
tau, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan
semua……

14. Seseorang yang mencintai kamu akan
selalu berusaha membuat mu tersenyum
dan tertawa walau terkadang caranya
membingungkanmu..

15. Seseorang yang mencintaimu akan
membalut hatimu yang pernah terluka dan
menjaganya dengan setulus hati agar
tidak terluka lagi…dan ia akan
memberikanmu yang terbaik walau harus
menyakiti hatinya sendiri.

16. Seseorang yang mencintaimu akan
rela melepaskanmu pergi bila bersamanya
kamu tidak bahagia…dan ia akan ikut
bahagia walau kamu yang dicintainya
bahagia bersama orang lain...