Jumat, 17 Desember 2010

Corat coret Corat coret
Kugambar pohon
Kini pohon yang kugambar hanya satu
Dengan ukuran yang lebih besar
Dengan akar-akar yang kubayangkan memeluk erat perut bumi

Mengagumkan setiap kali melihat sebuah pohon besar
Membayangkan bagaimana ia tumbuh tinggi dan berkembang
Membayangkan bermula dari biji berkecambah
Menjadi tunas kecil dan mekar muda
Dahan mengembang tumbuh seperti mengikuti setiap penjuru angin
Berjuang melawan terpaan angin kencang hujan badai dan sambaran kilat
Bahkan terkadang ulah jahil tangan-tangan yang seenaknya mengukir nama

Pohon tumbuh makin matang makin kuat
Mengeratkan akar ke dalam tanah, semakin kokoh dan kuat
Melukis kedewasaan yang disertai kebiasaan-kebiasaan hidup
Kebiasaan-kebiasaan hidup yang menjadi tabiat

Ingin sekali seperti pohon
Lewati perjalanan waktu dan menjadi kuat lagi
Apa yang sudah pernah ada kini menjadi tiada
Dan ada upaya untuk melupakannya sama sekali

Menjadi saksi hidup pohon yang  tumbuh tua dan mati
Mungkin saja  sudah lama tumbang
Ada Akar-akar yang tercabut paksa,
Daun pun layu, kering dan kemudian membusuk
Sementara batang kan teronggok mati
Diatas tanah coklat yang kini gersang
Pada satu titik, manusia bertanya dan menunggu jawaban
Berapa lama hidup ini kan berjalan

Tak hanya menunggu
Namun bergerak dalam sebuah jalan pencarian
Mencari jawaban
Tentang apa dan mengapa segala keberadaan ini

Sejenak merenung dan mengingat kembali
Apa saja pencapaian dari sebuah peradaban
Apa saja yang terlupa dan terabaikan oleh peradaban
Di bawah matahari yang sama
Insan sejati yang meninggalkan jejak dalam langkah
Dalam rentang ruang dan waktu kesementaraan
Pembatas dalam ruang

Kadang  ada yang tak pernah tuntas
Ada yang tak pernah selesai
Seperti kesadaran suatu rasa sakit ketika takdir tak sejalan ingin
Dan adanya pertemuan tak terencana

Manusia …
Makhluk yang tak pernah menjadi
Namun, senantiasa berproses menjadi
Dalam pengosongannya dalam pemenuhannya
Memberi, mengambil ini dan itu dalam diam dan gerak
Biarkanlah segala berjalan apa adanya
Menghayati proses kebahagiaan tercipta


Tertawa

Menangis

Pahit

Manis


Ekspresi hidup dalam dunia nyata
Dalam kebanggan diri
Hidup dalam konflik dan berdiri diantara paradoks
Mencari titik keseimbangan
Menjadi saksi ragam perubahan yang mengukir wajah
Harmoni dalam perubahan yang tak statis

Tak hendak mencipta perbandingan
Hanyalah kesadaran untuk menjaga keseimbangan
Kadang seperti memakai kacamata hitam
Lalu mata melihat kemanapun selalu lebih gelap


Tenggelam

Terpaku

Mampu


Dengan semua panca indera
Sebuah keajaiban bagaimana alam sendiri bekerja

Sekali lagi individu mencoba merasionalisasi gondang
Suara dan nyanyian kehidupan dalam warna nafas
Memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah
Menggali kemungkinan tindakan lain yang lebih bermakna

Dengarlah sesaat hujan akan turun
Bebunyian tik-tik-tik…                  

Air menetes mengisi relung jiwa
Membasahi kerinduan akan kesejatian
Tanah kering di bumi
Menanti turunnya hujan dari langit
Hujan mendebur deras
Turun menyusuri permukaan bumi

Tetesan air menari-nari
Bergerak ke setiap celah kering yang menanti hadirnya
Berdansa dibawah hujan
Merasakan tiap bulir jatuh air langit
Hembus dingin berbisik turut menyertainya

Dan bumi pun hidup kembali
Ditandai kicauan burung kenari dan ayam jantan di pagi hari
Kukuruyuuuk …

Air mengalir ke tempat lebih rendah tanpa memaksakan dirinya
Daun menggugurkan dirinya agar daun lain tumbuh dan berkembang
Dan tidak akan pernah selesai

Tercipta maka ada
Terasah maka menjadi
Dipenuhi gagasan, ide dan pemikiran
Berkelahi dengan nasib namun bersahabat dengan perbedaan
Menghadapi masa depan tanpa beban serta ketakutan yang membelenggu
Semua terpatri jelas dalam hati
Akan terus teringat seumpama mantra sakti
Hingga dapat belajar, bekerja, dan berkarya

Sang petualang tidak pernah sama lagi
Mengarah kepada aksi penuh cinta yang ramah lingkungan
dan mengidupkan

Tumbuhlah yang tumbuh
Berkembanglah yang hendak berbuah
Unsur-unsur alam akan menjadi bernilai
Nilai yang berharga yang tak lagi diperdebatkan
Akhirnya kearifan itu dalam tercatat singkat dan padat
Dalam pemahaman musik kehidupan


*coretan sang remaja ababil (ABeGeLabil-red :P)*

personal notes by vitha aLvarez - desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar